Berita

SAYUR HIDROPONIKKU, SUMBER PANGAN PENUH GIZI

15 April 2019

Jum’at, tanggal 29 Maret 2019, pada mata pembelajaran Green Education (GE), siswa – siswi kelas 7 D SMP Al Muslim mengadakan panen tanaman selada merah (Lactuca sativa var. Capitata) yang di tanam dan dipelihara siswa – siswi secara hidroponik di depan aula SMP Al Muslim. Tanaman ini ditanam di netpot pada pipa – pipa hidroponik yang menggunakan system DFT (Deep Flow Technique).

Melalui pembelajaran GE, para siswa di ajarkan tentang bagaimana memanfaatkan dan mengelola sumber daya yang disediakan oleh Allah SWT berupa alam dan lingkungan di sekitarnya. Pembelajaran Green Education mengajarkan kepada para siswa di sekolah Al Muslim bagaimana mengelola alam dan memanfaatkan lingkungan di sekitarnya dengan lebih bijaksana sehingga dapat berkelanjutan (sustainable). Sesuai dengan visi dan misi sekolah kami yaitu mewujudkan generasi muslim yang Rahmatan lil Alamin.

Sebagaimana diketahui bahwa bercocok tanam adalah salah satu materi pada mata pelajaran Green Education. Pembelajaran bercocok tanam bertujuan memberikan pengetahuan serta keterampilan siswa akan pentingnya mengetahui dan mempraktekkan cara bercocok tanam yang baik. Serta menunjang life skill siswa – siswi SMP Al Muslim di bidang pertanian.Siswa – siswi di sekolah Al Muslim diajarkan cara bercocok tanam dengan berbagai teknik, yaitu bercocok tanam secara konvensional di kebun yang dimiliki sekolah, maupun bercocok tanam dengan system modern seperti hidroponik maupun aquaculture.

Para siswa di ajarkan cara bercocok tanam mulai dari pembibitan, pindah tanam, menyiapkan larutan nutrisi untuk tanaman hidroponik, pemeliharaan tanaman dan juga panen serta pasca panen. Beberapa jenis tanaman sayur yang sering ditanam dan dipanen di SMP Al Muslim antara lain sawi (Brassica juncea), berbagai jenis selada (Lactuca sativa), kangkung (Ipomoea aquatica).

Pembelajaran GE (Green Education)kali ini, siswa – siswi diberikan tugas untuk melaksaksanakan proyek membuat menu makanan sehat dari bahan – bahan yang dihasilkan kebun sekolah.

Setelah melaksanakan panen, para siswa membuat kreasi makanan yaitu Mie Ayam. Mereka membuat mie ayam dengan bahan ayam fillet, mie,basah, bawang merah, bawang putih, merica, garam, gula, dan jangan lupa kecap asin dan minyak wijen.

Mereka mengolah serta menyiapkan bahan – bahan yang akan digunakan untuk membuat produk tersebut dibantu oleh guru pengajar GE. Proses tersebut antara lain menyiapkan dan membumbui daging ayam , merebus serta membumbui mie, serta membuat Garnish atau bahan – bahan pelengkap lainnya. Ayam dan bahan lain yang tidak dihasilkan dari menanam di sekolah, dibeli di pasar tradisional.Inilah kreasi makanan sehat yang dihasilkan oleh siswa siswi kelas 7D.

Setelah seluruh proses memasak selesai, para siswa mulai mengemasi makanan tersebut. Para siswa menggunakan bungkus makanan dari kertas bungkus makanan food grade. Penggunaan bungkus dari kertas food grade bertujuan untuk mengurangi sampah serta plastic. Sebagaimana diketahui, bungkus makanan yang sering kita temui saat kita membeli makanan di lingkungan sekitar kita terbuat dari plastic. Plastic, sebagaimana telah kita ketahui bersama adalah bahan pembungkus yang tidak ramah lingkungan. Plastik akan menjadi sampah yang tidak dapat diurai dalam waktu singkat. Butuh waktu ratusan dan bahkan ribuan tahun untuk dapat membuat bahan plastic dapat diurai menjadi senyawa – senyawa  yang dapat  menyatu dengan lingkungan sekitar. Oleh karena itu, SMP Al Muslim sebagai sekolah Adiwiyata Mandiri berikhtiar untuk mereduce (mengurangi) seminimal mungkin penggunaan plastik. Dengan menjual makanan yang sehat dan dipanen dari kebun sekolah, serta menggunakan bahan pembungkus yang ramah lingkungan pula.

Setelah proses pembungkusan selasai, para siswa menjual Mie ayam tersebut pada warga sekolah. para siswa dengan senang hati berkeliling di lingkungan sekolah untuk menjajakan Mie ayam. Siswa – siswi kelas 7D menjual dengan senang hati. Dengan cepat Mie ayam yang mereka jual laris manis diserbu pembeli.

Selain mempelajari tentang cara bercocok tanam dari pembibitan sampai panen dan pasca panen, serta pengolahannya, para siswa juga diajarkan bagaimana memasarkan produk yang mereka jual. Kegiatan berjualan ini dilakukan untuk menumbuhkan jiwa entrepreneur siswa selagi belia. Dan selanjutnya, dimasa yang akan datang, diharapkan akan muncul generasi – generasi muslim yang tangguh dan berwawasan lingkungan, serta memiliki jiwa entrepreneur.

(Ustadzah Ummu / SMP Al Muslim)