Berita

“SATU RUMAH, SATU JENTIK” BERSAMA KADER JUMANTIK

23 Agustus 2019

Seiring intensitas hujan yang meningkat di beberapa wilayah di Indonesia,  seperti Jawa, Sumatera, dan Sulawesi, menyebabkan beberapa penyakit yang dapat menyerang daya tahan tubuh manusia. Salah satu penyakit yang muncul saat ini adalah demam berdarah dengue (DBD). Penyakit DBD menyerang sejumlah orang, tak hanya orang tua tapi juga anak-anak. Dinas Kesehatan Jawa Timur mendata, jumlah penderita penyakit demam berdarah dengue (DBD) pada Januari 2019 meningkat signifikan dibandingkan tahun sebelumnya. Pada Januari ini, jumlah kasus DBD di Jatim mencapai 1.634, sedangkan tahun lalu jumlahnya hanya 1.114 kasus. Dari total di antara kasus DBD itu, 32 orang di antaranya meninggal. Oleh karena itu, kami dari SMP Al Muslim dalam rangka kegiatan YCM (Young Change Maker) yang bertujuan membuat perubahan untuk berkurangnya korban yang terkena penyakit DBD, menambah wawasan masyarakat tentang bahaya penyakit DBD, dan cara penanganan penyakit demam berdarah di daerah sekitar kita.

Kegiatan YCM ini telah terlaksana tiga kali.Yang pertama, saya dan tim melakukan pengecekan di setiap rumah tentang keberadaan jentik-jentik di bak penampungan air warga. Kami mengunjungi kurang lebih 200 rumah di daerah Berbek bersama kader Jumantik desa Berbek. Kelompok kami bagi menjadi lima tim untuk mempercepat pelaksanaan. Setiap satu tim berisi 2 siswa dan 1 kader jumantik. Kesimpulan dari kegiatan tersebut, terdapat 80% dari seluruh rumah yang di kunjungi positif jentik jentik. Oleh karena itu kami meninjak lanjuti kegiatan tersebut dengan kegiatan penyuluhan demam berdarah satu bulan kemudian. Kegiatan penyuluhan dilakukan di balai desa Berbek yang berlokasi di daerah Berbek III. Acara tersebut dilaksanakan selama dua hari dengan peserta penyuluhan yang berbeda. Pada acara penyuluhan tersebut, tim saya melakukan presentasi tentang waspada demam berdarah dan melakukan kuis tentang penyakit demam berdarah. Tidak berhenti pada penyuluhan saja. Kami pun melakukan follow up dari kegiatan penyuluhan dengan survei kembali ke lokasi. Kami pun mendapatkan info dari ibu-ibu kader Jumantik bahwa banyak warga yang sekarang aktif untuk hidup sehat untuk menghindari penyakit DBD, seperti menguras bak mandi setiap minggu, tidak menggantung baju, dan menutup bak penampungan air. 
 
Amida Zahara Kusuma Dewi - IX D