Berita

BUKA PUASA BERSAMA KELUARGA BESAR AL MUSLIM JAWA TIMUR

22 Mei 2019

Seperti tahun-tahun sebelumnya, Yayasan Al Muslim Jawa Timur tidak pernah melupakan kegiatan rutin tahunan, yaitu kegiatan buka bersama 1440 H. Kegiatan ini diikuti seluruh civitas Al Muslim kurang lebih 250 orang dan dilaksanakan pada hari Sabtu, 11 Mei 2019 di Indoor gedung SD Al Muslim.

Kegiatan diawali dengan beberapa rangkaian acara, di antaranya adalah: khataman bersama yang setiap orang wajib membacakan minimal 1 juz dengan bersama-sama hingga berakhir sampai juz 30, lalu dilanjutkan dengan pembacaan ayat suci Al Qur’an, sambutan Ketua Yayasan Al Muslim, siraman rohani atau kajian menjelang adzan maghrib dan penutupan dengan doa sebelum acara buka puasa bersama.

Kegiatan buka bersama ini dengan tema “Mari Kita Jadikan Ramadhan Tahun ini adalah yang Terbaik” dengan narasumber Prof. Ir. Sutardi,M. Eng.,Ph.D dari Institut Teknologi Surabaya ( ITS) . Beliau berpesan bahwa Ramadhan tahun ini sebaiknya kita lebih meningkatkan iman dan ketaqwaan kita terhadap Allah SWT. Dengan cara saling membersihkan hati kita masing-masing agar fikiran dan prasangka kita menjadi positif, selain beribadah kepada Allah.

Berbuka puasa adalah membatalkan puasa pada waktu maghrib dengan makan dan minum yang halal dan secukupnya dengan sunnah-sunnah yang telah ditentukan.

Ada dua kebahagiaan bagi orang yang berpuasa. Kebahagiaan pada saat buka dan kebahagiaan pada saat berjumpa dengan Tuhan.

Adapun manfaat dari kegiatan buka bersama ini :

  • Menjalankan perintah silaturrahim
  • Mendekatkan dan mengakrapkan hubungan antara yang satu dengan yang lainnya
  • Membuka komunikasi dengan pihak lain
  • Membangun  hubungan baru dengan yang lain
  • Memelihara hubungan silaturrahim antara yang satu dengan yang lain
  • Mempermudah rezeki
  • Memperpanjang umur
  • Menjalin persatuan dan kesatuan
  • Menambah ilmu baru dengan adanya ceramah atau dialog.

Kondisi fitrah menurut Prof. Ir. Sutardi,M. Eng.,Ph.D adalah melepaskan gambaran-gambaran dunia dalam pikiran. Gambaran dunia itu adalah sumber kerusakan dan kehancuran. karena itulah perintah puasa diturunkan untuk memperbaiki segala kerusakan yang ditimbulkan dari diri setiap orang. Jika pikiran setiap orang berorentasi pada kemaslahatan, maka alam akan tertata dengan tertib. Keadaan tersebut adalah kehendak Allah, bukan kehendak manuasia, karena manusia sudah tunduk pada perintah dari alam yang lebih tinggi, yakni Allah SWT.

Puasa juga dapat melatih dalam diri kita untuk meluruskan pikiran dengan hati. Karena hati adalah tempat bersemayamnya ruh. Untuk itu marilah  kita jadikan ramadhan tahun ini lebih baik dari ramadahan sebelumnya.

(Ustadzah Siti Umroh, S.Pd.)